Pekanbaru, Detikriau65.com – 24 September 2026 – Pembinaan kemandirian tidak cukup berhenti pada pelatihan. Keterampilan harus memiliki arah, pendampingan, serta peluang untuk dikembangkan menjadi aktivitas produktif. Atas dasar itu, Kalapas Terbuka Kelas III Rumbai Mulyo Utomo, A.Md., IP., S.H., M.Si., melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru.
Kunjungan tersebut disambut Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Zulpan Efendi, Kepala Bidang Pertanian dan Penyuluhan Rosalinda, S.P., M.Si., serta Kepala Bidang Perikanan Ismail, S.Pi. Pertemuan menjadi ruang koordinasi untuk membahas peluang penguatan pembinaan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Potensi lahan yang dimiliki Lapas Terbuka Kelas III Rumbai menjadi aset yang harus dikelola secara produktif. Namun, lahan saja tidak cukup. Tanpa pengetahuan teknis, pendampingan, tata kelola, dan kesinambungan produksi, program pembinaan berisiko berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Karena itu, sinergi dengan perangkat daerah menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas pembinaan. Dukungan penyuluhan dan pengetahuan teknis diharapkan dapat membantu warga binaan memahami proses budidaya secara lebih terarah, mulai dari pengelolaan lahan hingga pengembangan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.
Mulyo Utomo menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus memberikan bekal yang relevan dengan kebutuhan setelah warga binaan kembali ke masyarakat. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan harus memiliki nilai guna dan dapat dikembangkan secara mandiri.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Terbuka Kelas III Rumbai membangun pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan tidak berhenti pada koordinasi, tetapi menghasilkan pendampingan nyata yang mampu mengubah potensi lahan menjadi ruang belajar, ruang produksi, sekaligus bekal kemandirian bagi warga binaan.
Editor : Zunardi



Discussion about this post