Pekanbaru, Detikriau65.com – 15 Oktober 2026 – Lapas Terbuka Kelas III Rumbai kembali menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian warga binaan tidak berhenti pada aktivitas menanam dan memanen. Kali ini, jajaran bersama warga binaan kembali melaksanakan panen sawi dari lahan pertanian yang dikelola di lingkungan lapas.
Hasil panen tersebut tidak sekadar menjadi catatan produksi. Sawi yang dipanen bersama hasil panen cabai rawit sebelumnya akan didistribusikan ke LPKA Pekanbaru untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan. Pola ini memperlihatkan bahwa hasil pembinaan mulai diarahkan agar memiliki manfaat yang lebih luas dan tidak berhenti sebagai hasil produksi internal.
Langkah tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pengelolaan program pertanian di Lapas Terbuka Kelas III Rumbai. Keberhasilan pembinaan tidak cukup diukur dari seberapa banyak tanaman berhasil dipanen, tetapi juga dari sejauh mana hasilnya dapat dimanfaatkan secara nyata, berkelanjutan, dan memberi dampak bagi lingkungan Pemasyarakatan.
Panen sawi dan cabai menjadi bukti bahwa lahan pembinaan dapat didorong menjadi ruang produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan. Warga binaan terlibat langsung dalam proses pengolahan lahan, perawatan hingga panen, sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada teori, tetapi diterapkan dalam kegiatan produktif sehari-hari.
Distribusi hasil panen ke LPKA Pekanbaru juga memperkuat semangat kolaborasi antar-UPT Pemasyarakatan. Dari lahan Lapas Terbuka Kelas III Rumbai, hasil kerja warga binaan kini diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi satuan kerja lain.
Editor : Zunardi



Discussion about this post