• Redaksi
  • Visi Misi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Detikriau65com
  • Beranda
  • Daerah
    • Prov. Riau
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kab. Siak
    • Kab. Bengkalis
    • Kab. Indragiri Hilir
    • Kab. Indragiri Hulu
    • Kab. Kampar
    • Kab. Kepulauan Meranti
    • Kab. Kuantan Singingi
    • Kab. Pelalawan
    • Kab. Rokan Hulu
    • Kab. Rokan Hilir
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
TIPIKOR TV
No Result
View All Result

TNI-Polri Bersama Buruh Tanam 20 Ribu Pohon di Siak, Kabaharkam Tekankan Polisi Bersama Masyarakat

TNI-Polri Bersama Buruh Tanam 20 Ribu Pohon di Siak, Kabaharkam Tekankan Polisi Bersama Masyarakat
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Siak, Detikriau65.com – Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan kalangan buruh dalam menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan melalui penanaman 20.000 bibit pohon di lahan seluas sekitar 40 hektare di Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 TNI tersebut dipusatkan di kawasan PT Bumi Siak Pusako (BSP), Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Penanaman pohon dipimpin Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo bersama Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan, serta diikuti unsur pemerintah daerah, dunia usaha, serikat buruh, pekerja, dan masyarakat.

Sebanyak 1.600 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 150 personel TNI, 200 personel Polri, 100 warga masyarakat, 250 pekerja perusahaan, serta 900 anggota serikat pekerja dan buruh dari berbagai organisasi.

Mengusung semangat penanaman sejuta pohon menuju Indonesia Asri, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat penghijauan, mencegah kerusakan lingkungan, sekaligus membangun kesadaran kolektif terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial memperingati HUT TNI, melainkan investasi ekologis jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Konsep ini mengintegrasikan Green Defense dan Green Policing sebagai sarana menumbuhkan kepedulian lingkungan. Menjaga alam berarti alam akan menjaga kita,” ujar Agus.

Menurutnya, kelestarian lingkungan memiliki keterkaitan langsung dengan ketahanan nasional. Kerusakan ekosistem tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, Agus menilai keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan kalangan buruh menjadi kekuatan penting dalam membangun gerakan penghijauan yang berkelanjutan.

“Ini adalah investasi besar untuk anak cucu kita di masa depan. Karena itu, mari kita menanam dengan tulus dan memastikan pohon-pohon yang ditanam hari ini tumbuh serta memberikan manfaat bagi lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud konkret semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan kolaborasi dan partisipasi publik sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Semangat Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Herry.

Menurut Herry, pendekatan kepolisian harus terus berkembang mengikuti tantangan yang dihadapi masyarakat. Polri tidak cukup hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga harus mampu membangun kemitraan untuk mengenali potensi risiko dan melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Dalam konteks tersebut, perlindungan lingkungan menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tugas kepolisian yang berorientasi pada pencegahan. Ancaman kerusakan ekosistem dan karhutla tidak hanya berkaitan dengan persoalan alam, tetapi juga menyangkut keselamatan, kesehatan, dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Herry menjelaskan, pengalaman penanganan karhutla di Riau memperlihatkan pentingnya mengubah pendekatan dari sekadar merespons kebakaran menjadi membangun sistem pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, serikat buruh, dan masyarakat dalam kegiatan penghijauan di Siak dinilai mencerminkan bagaimana semangat Polisi Bersama Masyarakat diterjemahkan menjadi tindakan nyata.

“Masyarakat tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima pelayanan atau objek pengamanan, tetapi juga sebagai mitra yang memiliki peran aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Herry secara khusus mengapresiasi keterlibatan kalangan buruh dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, buruh memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada aktivitas industri dan perekonomian, tetapi juga sebagai kekuatan sosial dalam menjaga stabilitas dan kepentingan bersama.

Kemitraan antara kepolisian dan kalangan buruh, lanjut Herry, perlu terus diperkuat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, hubungan yang terbangun tidak hanya berkaitan dengan pengamanan aktivitas industri, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

“Ketika polisi, buruh, dan masyarakat bekerja bersama, kita tidak hanya membangun hubungan yang baik, tetapi juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan serta masa depan daerah,” katanya.

Mantan Kapolda Riau itu menjelaskan, kegiatan penanaman pohon di Siak juga merupakan bagian dari Gerakan Riau CERAH, yakni Cegah, Rawat, Hijaukan, sebagai implementasi Green Policing yang telah dikembangkan di Riau.

Gerakan tersebut sekaligus mendukung Program ASRI, Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Namun, Herry mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak dapat diukur hanya dari banyaknya bibit yang ditanam. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap pohon mendapatkan perawatan sehingga mampu tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

“Proses penghijauan harus dilaksanakan secara berkesinambungan, mulai dari pemilihan lokasi, pemeliharaan bibit, dokumentasi data penanaman, hingga monitoring setelah kegiatan selesai. Jangan sampai kita pandai menanam, tetapi tidak cukup peduli untuk merawat,” tegas Herry.

Ia berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang melalui keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, sekaligus menjadi contoh bagaimana pendekatan kepolisian berbasis kemitraan mampu menjawab persoalan yang dihadapi publik.

Menurut Herry, semangat Polisi Bersama Masyarakat pada akhirnya harus tercermin dalam kehadiran Polri yang tidak hanya memberikan perlindungan dan pelayanan, tetapi juga menggerakkan partisipasi serta menghadirkan solusi bagi kepentingan masyarakat.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat. Ini tanggung jawab kita bersama. Ketika masyarakat terlibat, kepedulian tumbuh, dan kerja sama terbangun, di situlah semangat Polisi Bersama Masyarakat menemukan maknanya,” demikian Herry.

Selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian 1.000 paket sembako kepada anggota serikat pekerja dan masyarakat Kampung Dayun.

Adapun berdasarkan data aplikasi Green Policing hingga 8 Oktober 2026, sebanyak 9.829 pohon telah tercatat ditanam di Riau. Capaian tersebut menjadi bagian dari gerakan penanaman satu juta pohon yang terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.

 

Editor : Zunardi

Previous Post

Polsek Sungai Sembilan Ungkap Kasus Pencurian Buah Sawit, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Next Post

Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal

Next Post
Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal

Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal

Discussion about this post

TERPOPULER

  • POLRES SIAK UNGKAP PENYEBAB KEMATIAN dr. ALEX CRISTO LORIS, HASIL PENYELIDIKAN MENYATAKAN KORBAN MENINGGAL AKIBAT KORBAN SENDIRI

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Polsek Kepenuhan Gagalkan Transaksi Narkoba di Perkebunan Sawit, Seorang Pengedar Diamankan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Polsek Benai Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Sentajo Raya, Satu Pengedar Diamankan

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Polsek Tualang Bersama Satresnarkoba Polres Siak Ungkap Jaringan Peredaran Sabu di Perawang, Delapan Orang Diamankan

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
  • Kapolres Rohul Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi, Apresiasi Aksi Heroik Selamatkan Ibu Hamil Korban Kecelakaan Tunggal

    32 shares
    Share 13 Tweet 8
Detikriau65com

© 2020 Detik Riau

  • Redaksi
  • Visi Misi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Prov. Riau
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kab. Siak
    • Kab. Bengkalis
    • Kab. Indragiri Hilir
    • Kab. Indragiri Hulu
    • Kab. Kampar
    • Kab. Kepulauan Meranti
    • Kab. Kuantan Singingi
    • Kab. Pelalawan
    • Kab. Rokan Hulu
    • Kab. Rokan Hilir
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional

© 2020 Detik Riau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
slot rk77 https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ slot gacor