Pekanbaru, Detikriau65.com – 22 September 2026 – Penanaman bibit matoa di lingkungan Lapas Terbuka Kelas III Rumbai dilakukan sebagai langkah nyata mendorong pemanfaatan lahan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut melibatkan Kalapas Terbuka Kelas III Rumbai Mulyo Utomo, A.Md., IP., S.H., M.Si., bersama pegawai dan peserta magang.
Penanaman tidak berhenti pada aktivitas menempatkan bibit ke dalam tanah. Tantangan sebenarnya justru dimulai setelah penanaman dilakukan. Bibit harus dirawat, dipantau pertumbuhannya, dan dipastikan mampu berkembang hingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Mulyo Utomo turut terlibat langsung dalam proses penanaman bersama jajaran pegawai dan peserta magang. Keterlibatan lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Bagi Lapas Terbuka Kelas III Rumbai, penghijauan juga memiliki nilai strategis dalam pengelolaan lingkungan Lapas. Setiap lahan yang tersedia dituntut tidak sekadar menjadi ruang kosong, tetapi dapat diarahkan menjadi kawasan produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Penanaman bibit matoa menjadi bagian dari komitmen untuk membangun kegiatan yang tidak berhenti pada seremoni. Keberhasilannya akan ditentukan oleh konsistensi perawatan dan keberlanjutan program. Dengan demikian, satu bibit yang ditanam hari ini diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari lingkungan yang lebih hijau, produktif, dan bermanfaat di masa mendatang.
Editor : Zunardi



Discussion about this post