Pekanbaru, Detikriau65.com – Dalam rangka memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi tetap berjalan optimal di tengah penerapan Work From Home (WFH), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau melaksanakan kegiatan Zoom Monitoring WFH pada Jumat (30/10). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, serta diikuti oleh jajaran pejabat dan pegawai Kanwil Ditjenpas Riau.
Dalam arahannya, Rudy Fernando Sianturi menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi Rapat Koordinasi (Rakor) Pengadaan Bahan Makanan (BAMA) Tahun Anggaran 2027. Ia menginstruksikan agar setiap bidang dan jajaran terkait segera mempersiapkan bahan paparan, data pendukung, serta berbagai kebutuhan administrasi lainnya sehingga pelaksanaan rakor dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan perencanaan pengadaan yang matang.
Selain itu, Ka.Kanwil juga mengingatkan bahwa penerapan WFH bukan menjadi alasan untuk mengurangi kedisiplinan dan tanggung jawab dalam bekerja. Seluruh pegawai diharapkan tetap menjaga komitmen, profesionalisme, serta produktivitas meskipun pelaksanaan tugas dilakukan dari lokasi masing-masing. Menurutnya, disiplin dan tanggung jawab merupakan prinsip yang harus tetap dijaga dalam setiap kondisi pelaksanaan tugas.
Kegiatan monitoring ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Pekanbaru beserta jajaran serta jajaran Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas III Rumbai. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula paparan mengenai Usulan Distribusi Narapidana Risiko Minimum ke Lapas Terbuka Kelas III Rumbai. Paparan ini menjadi bagian dari pembahasan terkait optimalisasi pelaksanaan pembinaan bagi narapidana dengan klasifikasi risiko minimum melalui penempatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pembinaan di lapas terbuka.
Melalui kegiatan Zoom Monitoring WFH ini, Kanwil Ditjenpas Riau terus memperkuat koordinasi, pengawasan, dan komunikasi antarunit kerja guna memastikan seluruh agenda organisasi berjalan sesuai target.
Editor : Zunardi



Discussion about this post