Pekanbaru, Detikriau65.com – 8 Oktober 2026 – Lapas Terbuka Kelas III Rumbai terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, warga binaan bersama Kepala Lapas (Kalapas) Mulyo Utomo, A.Md., IP., S.H., M.Si., dan jajaran pegawai melaksanakan penanaman nanas di lahan lapas.
Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari upaya membangun keterampilan produktif, kedisiplinan, serta tanggung jawab warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam proses penanaman, warga binaan didorong untuk memahami tahapan budidaya tanaman, mulai dari persiapan lahan hingga perawatan yang berkelanjutan.
Penanaman nanas juga menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia agar memiliki nilai produktif. Namun, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan juga dari konsistensi perawatan, keberhasilan pertumbuhan tanaman, dan kemampuan warga binaan menerapkan keterampilan tersebut sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kalapas Mulyo Utomo menegaskan bahwa pembinaan kemandirian perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan pengalaman nyata dan manfaat jangka panjang. Dengan pendampingan petugas serta keterlibatan aktif warga binaan, kegiatan pertanian diharapkan mampu menumbuhkan etos kerja, kemandirian, dan semangat untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Melalui penanaman nanas ini, Lapas Terbuka Kelas III Rumbai terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan produktivitas. Optimalisasi lahan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berkembang menjadi proses pembinaan berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan sekaligus mempersiapkan warga binaan agar lebih siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.
Editor : Zunardi



Discussion about this post