Pekanbaru, Detikriau65.com – 14 Oktober 2026 – Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas III Rumbai kembali memanen cabai rawit bersama warga binaan. Panen kali ini bukan sekadar aktivitas memetik hasil tanaman, tetapi menjadi tolok ukur keberlanjutan program pembinaan kemandirian yang dijalankan melalui sektor pertanian.
Di tengah tuntutan agar pembinaan warga binaan menghasilkan keterampilan yang benar-benar aplikatif, keberhasilan pertanian tidak cukup diukur dari tanaman yang tumbuh. Konsistensi produksi, keterlibatan warga binaan, serta kemampuan mempertahankan siklus tanam hingga panen menjadi tantangan yang harus terus dijawab.
Cabai rawit yang kembali dipanen menunjukkan bahwa lahan produktif Lapas Terbuka Kelas III Rumbai terus dimanfaatkan secara berkelanjutan. Warga binaan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima pembinaan, tetapi terlibat langsung dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari perawatan tanaman hingga memanen hasilnya.
Kalapas Terbuka Kelas III Rumbai, Mulyo Utomo, A.Md., IP., S.H., M.Si., mendorong agar kegiatan pertanian tidak berhenti pada pencapaian sesaat. Setiap panen harus menjadi bagian dari siklus produksi yang terus berjalan sekaligus ruang untuk mengasah disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan kerja warga binaan.
Dengan kembali menghasilkan cabai rawit, Lapas Terbuka Kelas III Rumbai menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan pada hasil yang nyata. Ukuran keberhasilannya bukan hanya seberapa banyak yang ditanam, tetapi seberapa konsisten warga binaan mampu mengelola proses hingga menghasilkan.
Editor : Zunardi



Discussion about this post