Pekanbaru, Detikriau65.com – 30 September 2026 – Lapas Terbuka Kelas III Rumbai kembali menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan tidak berhenti pada aspek kepribadian, tetapi harus mampu menghasilkan keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan panen sawi bersama warga binaan yang dilaksanakan di area pertanian Lapas Terbuka Kelas III Rumbai.
Kegiatan panen menjadi bagian dari pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian sekaligus langkah konkret dalam mendorong pemanfaatan lahan produktif. Warga binaan tidak hanya dilibatkan pada tahap pemanenan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam proses budidaya tanaman, mulai dari perawatan hingga menghasilkan komoditas yang siap dimanfaatkan.
Kalapas Terbuka Kelas III Rumbai, Mulyo Utomo, A.Md., IP., S.H., M.Si., menegaskan bahwa hasil panen bukan semata-mata diukur dari jumlah komoditas yang dihasilkan, melainkan dari proses pembinaan yang membentuk keterampilan dan tanggung jawab warga binaan.
“Setiap hasil panen harus menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian berjalan secara nyata. Warga binaan perlu diberikan ruang untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai manfaat,” ujarnya.
Panen sawi juga menjadi evaluasi terhadap keberlanjutan program pertanian di lingkungan Lapas Terbuka Kelas III Rumbai. Pengelolaan lahan secara produktif diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membangun etos kerja, kedisiplinan, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Terbuka Kelas III Rumbai terus mendorong agar pembinaan tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan menghasilkan capaian yang dapat dilihat, diukur, dan dirasakan manfaatnya oleh warga binaan.
Editor : Zunardi



Discussion about this post