Pekanbaru, Detikriau65.com – 29 September 2026 – Lapas Terbuka Kelas III Rumbai kembali menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan tidak berhenti pada rutinitas, tetapi harus menghasilkan keterampilan yang dapat menjadi bekal nyata setelah kembali ke tengah masyarakat. Melalui kegiatan pertanian, jajaran Lapas Terbuka Kelas III Rumbai bersama warga binaan melaksanakan panen terong yang telah dibudidayakan di lingkungan lapas.
Kegiatan panen menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk membangun kemampuan produktif warga binaan. Dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga pemanenan, warga binaan dilibatkan secara langsung sehingga memahami bahwa hasil tidak datang secara instan, melainkan membutuhkan ketekunan, kedisiplinan dan tanggung jawab.
Kalapas Terbuka Kelas III Rumbai, Mulyo Utomo, A.Md., IP., S.H., M.Si., menegaskan bahwa lahan pembinaan harus dimanfaatkan secara produktif. Panen terong bukan sekadar menghasilkan komoditas pertanian, tetapi menjadi indikator bahwa program pembinaan diarahkan pada keterampilan yang aplikatif dan memiliki nilai ekonomi.
“Setiap proses yang dijalani warga binaan harus memberikan manfaat. Pertanian menjadi salah satu sarana untuk membentuk keterampilan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab yang dapat mereka bawa ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Hasil panen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan kemandirian membutuhkan proses yang konsisten dan berkelanjutan. Lapas Terbuka Kelas III Rumbai terus mendorong pemanfaatan lahan sebagai ruang belajar produktif, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga mempersiapkan kemampuan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
Editor : Zunardi



Discussion about this post