TELUK KUANTAN, Detikriau65.com – Semarak Festival Pacu Jalur 2026 akhirnya sampai di penghujungnya. Namun, semangat yang lahir dari tepian Sungai Kuantan tidak ikut berakhir—ia akan terus hidup dalam ingatan, kebanggaan, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya negeri.
Kepala Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan turut hadir dalam penutupan Festival Pacu Jalur 2026, menyaksikan langsung bagaimana sebuah tradisi mampu mempertemukan masyarakat dalam semangat kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya daerah.
Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan mendayung jalur. Di dalamnya ada sejarah yang diwariskan, nilai gotong royong yang dirawat, serta kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang terus mengalir dari generasi ke generasi.
Penutupan ini bukanlah akhir dari sebuah perhelatan, melainkan penanda bahwa budaya akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat. Sebab selama masih ada kebanggaan untuk menjaga dan meneruskannya, denyut Pacu Jalur akan selalu menemukan jalannya untuk tetap hidup.
Dari Kuantan Singingi, budaya terus mengayuh. 🇮🇩
Editor : Zunardi



Discussion about this post